Pendeta dan Polisi Lalu Lintas


Seorang pendeta terburu-buru mengendarai sepeda motor tuanya. Ketika lampu merah menyala, ban depannya melewati garis putih. Kemudian datang seorang polisi dan meminta pendeta tersebut untuk menepi.
Polisi :’Selamat pagi, pak. ‘
Pendeta :’ Selamat pagi, juga pak polisi. ‘
Polisi:’ Bapak tau apa kesalahan bapak? ‘
Pendeta:’ Tau pak. Tapi,  saya pendeta pak. Dan saya sedang buru-buru mau pelayanan di gereja. Karena itu, ampuni lah kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami. ‘
Polisi :’ Saya mengerti. Karena itu, berikanlah pada kami hari ini makanan kami yang secukupnya. ‘

Moralitas bukan hanya soal pornografi!!!


Melihat kebelakang, ketika banyak terjadi kasus-kasus yang berhubungan dengan moralitas dan pornografi, ramai-ramai ormas-ormas di negeri ini berdemo dan berunjuk rasa atas nama moralitas bangsa.
Lalu, apakah moralitas bangsa hanya soal pornografi dan pornoaksi? Ketika anda merokok di tempat umum atau di depan anak-anak bisa dikatakan bermoral? Anda melanggar rambu lalu lintas, dan anda dikatakan bermoral? Tidak memakai helm ketika mengendarai motor dikatakan bermoral?
Bermoral kah bangsa ini? Bermoral kah kita? Bermoral kah anda?

Cuma Buat Makan kah??


Melihat dan datang langsung ke satu kondangan temen, terpikir: yang datang cuma isi buku tamu, makan, duduk bentar, terus salaman ma yg punya hajatan, kalo sempat photo-photo bentar. Habis itu pulang.
Hmmm… Sangat membuang waktu. Faktanya, memang seperti itulah yang terjadi kebanyakan.B-)

Tidak Ada Hubungan.


Percaya atau tidak, ternyata tidak ada hubungan langsung antara tingkat pendidikan, status sosial dengan moralitas dan etika berkendara di jalan raya. Dan kebanyakan semakin tinggi tingkat pendidikan dan status sosialnya maka semakin tidak bermoral dan tidak beretika dia dalam berkendara.

Mimpi – bag. 1


Ada yang tidak punya mimpi? Omong kosong! Semua orang pasti punya mimpi. Apa yang saudara mimpikan? Hal-hal besar? Hal-hal kecil? Tidak masalah besar kecilnya mimpi yang saudara miliki. Apa yang saudara lakukan selanjutnya untuk merealisasikan mimpi itu? Saudara harus melakukan atau bertindak. Tinggu. Bukan itu. Saudara harus berani memutuskan terlebih dahulu. Putuskan apa yang harusnya dilakukan. Tindakan seperti apa yang akan saudara ambil. Hal-hal apa yang memungkinkan tindakan tersebut terjadi untuk membuat nyata mimpi saudara. Buatlah keputusan. Buatlah rencana. Jadi, ketika saudara memiliki mimpi, renungkanlah, keputusan apa yang akan diambil. Bukan langsung bertindak? Bukan. Tapi, putuskan.
Bertindak. Itu langkah yang selanjutnya dilakukan. Semua keputusan yang sudah diambil, lakukan. Segera ambil tindakan nyata daru setiap keputusan yang sudah diambil. Lakukan dengan sepenuh hati. Lakukan dengan penuh tanggung jawab.

-Bersambung…..