Tuhan mau kita jujur!


Kita punya sahabat? Past banyak dari kita yang ‘mengaku’ punya ‘sahabat’. Sering terdengar pernyataan, ‘Dia itu sahabat baik gw.’ Seberapa baik dia? Apakah dia tau masalah-masalahmu? Jika ya, kemana dia membawamu? Membantumu menyelesaikan masalah-masalah tersebut? Atau malah ‘membantu’- mu menyelesaikan masalah-masalahmu?

Lalu, bagaimana cara/bahasa tubuh kita ketika bericara dengan sahabat kita? Formal, seperti dalam ruang belajar/kuliah? Dalam ruang rapat di kantor? Atau kita merasa bebas? Jika merasa bebas, apa yang membuatmu begitu ‘bebas’ berbicara?

Bagaimana kita berbicara dengan Tuhan? Jujurlah, kebanyakan dari kita, ketika berbicara dengan Tuhan, sama seperti kita berada dalam ruang kelas atau dalam ruang rapat. Mengapa? Alasan utama dan klasik : kita merasa tidak layak. Masih banyak dosa. Hmmmm….

Apakah kita menganggap Tuhan sebagai sahabat atau sebagai atasan kita? Jika kita menganggap DIA sebagai sahabat kita, sudah seharusnyalah kita berbicara dengan bebas tanpa merasa minder, takut, tidak percaya diri. Jika merasa dalam kondisi tertekan, banyak masalah (keuangan, keluarga, hubungan dan banyak masalah lainnya), mengapa tidak mengatakan, ‘Tuhan, aku lagi banyak masalah. Aku bingung bagaimana menghadapinya. Aku mau memutuskan untuk membereskan [semua] masalah yang ada walaupaun aku tau itu sangat….sangat… sangat sulit. Aku mau Tuhan bantu aku.’

Terdengar sentimentil? Mungkin. Tapi, Tuhan tidak melihat itu. Jujurlah. Katakanlah, apa yang menjadi keluhan hatimu. Apa yang membuat kau [atau aku] merasa sangat tertekan, terbeban, merasa bingung, putus asa, merasa sendiri atau apapun itu. KATAKAN. Karena DIA tidak akan menunjuk kau [atau aku] dan mengatakan: ‘Kau salah!’ Dengan kasih-NYA, DIA akan mengajarkan kepada kita, apa yang harusnya kita lakukan. Sesulit apapun itu, DIA akan mengajarkan kita untuk KUAT. TEGAR. BERDIRI TEGUH. Bahkan ketika orang lain menghakimi kita, ‘Udahlah, ga akan bisa.’

Jadi, [masalah] apa yang kau hadapi hari ini? Jujurlah. Tuhan mau hati kita terbuka untuk-NYA.

 

Tuhan memberkati.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s